Wali Kota Salatiga “BKGS Adalah Mitra Strategis Penjaga Kedamaian Kota”
SALATIGA – Estafet kepemimpinan Badan Kerjasama Gereja-Gereja Salatiga (BKGS) resmi bergulir untuk masa bakti lima tahun ke depan. Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menghadiri langsung prosesi pelantikan pengurus BKGS periode 2026-2031 yang digelar khidmat di Ruang Serba Guna Gedung Gereja Bethel Area, Kamis (05/03/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota memberikan apresiasi tinggi atas peran BKGS yang selama ini konsisten menjadi mitra strategis Pemerintah Kota dalam menjaga harmoni dan kedamaian di Salatiga.
“Saya ucapkan selamat bertugas kepada pengurus baru. Ingatlah bahwa eksistensi itu dinilai dari karya nyata, bukan sekadar bicara. Terima kasih juga kepada pengurus periode sebelumnya atas dedikasi luar biasa dalam mengawal kondusivitas kota ini,” ujar dr. Robby di hadapan jajaran Forkopimda dan para pemuka agama.
Kolaborasi Isu Global dan Lingkungan Senada dengan Wali Kota, Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si., mengajak para pendeta dan pengurus BKGS untuk lebih responsif terhadap isu-isu terkini, termasuk dampak ekonomi global dan kelestarian lingkungan.
Dance menyarankan agar gereja turut berperan aktif mengedukasi jemaat dalam pengelolaan sampah. “Kita perlu berkolaborasi membangun Salatiga lebih baik. Jika perlu, ke depan kita adakan lomba pilah sampah antar-gereja sebagai bentuk nyata kepedulian lingkungan,” cetusnya.
Pelayanan yang Tuntas Sementara itu, Ketua BKGS periode 2021-2026, Drs. Purwanto, M.Pd., mengingatkan bahwa kunci keberhasilan organisasi terletak pada integritas pelayanan. Ia menekankan pentingnya filosofi kerja keras, cerdas, ikhlas, dan tuntas tanpa pamrih sebagai landasan pengabdian.
Kepengurusan BKGS periode 2026-2031 kini resmi dinakhodai oleh Pdt. Dr. Urip Yudhono, M.Pd., didampingi Pdm. Toni Baskoro sebagai Sekretaris Umum dan Endah Wahyuningsih sebagai Bendahara Umum.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum baru untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah, tokoh lintas agama, dan masyarakat. Harapannya, nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di Salatiga akan terus tumbuh, menjadikan kota ini tetap berdiri teguh sebagai barometer kota paling toleran dan moderat di Indonesia.













