Gebrakan Pangan Salatiga Tanam Padi Tak Lagi Harus di Sawah Irigasi

- Penulis

Monday, 24 November 2025 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Tinjau Penyiraman Tahap Dua Penanaman Padi Kering dan Sorgum

Pemerintah Kota Salatiga terus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah melalui inovasi pertanian lahan kering. Pada Senin (24/11/2025), Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., meninjau langsung penyiraman tahap kedua pilot project penanaman padi kering dan sorgum di BBI Pulutan.

Program percontohan yang telah memasuki hari ke-10 ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tunas-tunas padi dan sorgum mulai bermunculan, menandakan proses pertumbuhan berjalan sesuai rencana. Lokasi tersebut juga menjadi area uji coba penggunaan pupuk organik dan pupuk biometa untuk mendorong percepatan pertumbuhan tanaman.

Pilot project seluas sekitar 300 meter persegi ini ditanami kurang lebih 2.700 titik benih padi. Jika berhasil, model penanaman tersebut diperkirakan mampu menghasilkan hingga setengah ton beras dalam satu siklus tanam 90–96 hari. Selain padi, sorgum juga dikembangkan sebagai alternatif sumber karbohidrat dengan masa panen yang relatif sama.

Wali Kota menyampaikan bahwa program ini memiliki prospek besar dalam mendukung swasembada pangan daerah.
“Dalam 10 hari sudah timbul tunas-tunas dan dilakukan penyemprotan pupuk organik serta pupuk biometa. Kita harapkan dalam 90 sampai 96 hari kita bisa panen. Bayangkan jika setiap rumah di Salatiga menanam padi seperti ini. Kita bisa kuat dalam ketahanan pangan tanpa bergantung pada sawah dan irigasi besar,” ungkapnya.

Baca Juga:  "Gebrakan Baru!" Koperasi Merah Putih Tegalrejo Siap Jadi Motor Ekonomi UMKM di Salatiga

Ia menambahkan bahwa sorgum juga diproyeksikan menjadi komoditas alternatif yang tak kalah penting.
“Sorgum ini sumber karbohidrat yang baik, seratnya tinggi, dan bisa menjadi pengganti beras. Kami berharap pilot project padi dan sorgum ini berhasil sehingga Salatiga bisa menjadi penyangga ketahanan pangan, baik untuk kebutuhan sendiri maupun Jawa Tengah.”

Dengan perkembangan positif ini, Pemkot Salatiga berencana memperluas model penanaman padi kering dan sorgum ke wilayah lain, sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri. Kehadiran program ini diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian modern, efisien, dan berkelanjutan di Kota Salatiga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow WhatsApp Channel salatigabeda.news untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komitmen Dukung Asta Cita, Wali Kota Salatiga Hadiri Rakornas Sinergi Pemerintahan Umum
Perkuat Sinergi Pangan, Wali Kota Salatiga Hadiri Penandatanganan Komitmen Ketahanan Pangan Jateng
“Gebrakan Baru!” Koperasi Merah Putih Tegalrejo Siap Jadi Motor Ekonomi UMKM di Salatiga
Perkuat Jarkomabar, Wali Kota Salatiga Ajak PT Unza Vitalis Berdayakan UMKM
Wali Kota Salatiga Cek Ketersediaan Pangan di Pasar Blauran Jelang Nataru
Inovasi Pangan, Wali Kota Robby Cek Budidaya Anggrek serta Sorgum
Generasi BEDA Wirausaha Muda Salatiga Siap Hadapi Tantangan Global
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 15 January 2026 - 17:41 WIB

Komitmen Dukung Asta Cita, Wali Kota Salatiga Hadiri Rakornas Sinergi Pemerintahan Umum

Wednesday, 14 January 2026 - 16:45 WIB

Perkuat Sinergi Pangan, Wali Kota Salatiga Hadiri Penandatanganan Komitmen Ketahanan Pangan Jateng

Tuesday, 30 December 2025 - 20:27 WIB

“Gebrakan Baru!” Koperasi Merah Putih Tegalrejo Siap Jadi Motor Ekonomi UMKM di Salatiga

Tuesday, 23 December 2025 - 21:26 WIB

Perkuat Jarkomabar, Wali Kota Salatiga Ajak PT Unza Vitalis Berdayakan UMKM

Thursday, 18 December 2025 - 21:23 WIB

Wali Kota Salatiga Cek Ketersediaan Pangan di Pasar Blauran Jelang Nataru

Berita Terbaru