Wali Kota Robby FTI UKSW Buktikan Teknologi Tak Boleh Lepas dari Budaya dan Kemanusiaan
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp. OG, menghadiri Festival Budaya Nusantara bertajuk Bersatu Rasa Memeluk Warna di Auditorium Notohamidjojo Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Rabu (22,10,2025).
Dalam sambutannya, Robby menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Rektor, Dekan FTI, dan panitia atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang kaya nilai kebangsaan dan kemanusiaan ini.
Robby secara khusus menyoroti FTI sebagai fakultas yang berhasil menyeimbangkan modernitas dan kearifan lokal. Meskipun dekat dengan dunia teknologi, inovasi, dan modernitas, FTI UKSW tetap menempatkan budaya sebagai sumber nilai dan identitas. FTI telah menunjukkan bahwa kemajuan teknologi bukan alasan untuk melepaskan diri dari nilai-nilai budaya dan kemanusiaan, kata Robby.
Menurutnya, inisiatif Seminar Kebangsaan dan Festival Budaya dari lingkungan akademik teknologi ini adalah refleksi nyata dari keseimbangan antara nalar (kemajuan intelektual) dan nurani (kepekaan kultural).
Robby menekankan bahwa tema kegiatan, “Bersatu Rasa Memeluk Warna,” adalah ajakan yang sangat relevan di tengah kekayaan keberagaman Indonesia baik etnis, budaya, agama, maupun cara pandang.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya kehadiran tokoh inspiratif seperti Bapak Fajrimei A Gofar dan Bapak Billy Mambrasar yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menumbuhkan keteladanan moral dan inspirasi bagi peserta.
Kepada para mahasiswa, Robby menitipkan pesan agar menjadikan keberagaman bukan sekadar fakta sosial, melainkan kesadaran moral dan intelektual. Jadilah penjaga dan perawat keberagaman, tegasnya.
Pemerintah Kota Salatiga, imbuhnya, berkomitmen kuat untuk terus menumbuhkan iklim toleransi dan kebangsaan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi kampus-kampus lain.
Kami berharap, kegiatan ini akan melahirkan generasi yang cerdas secara digital, kaya secara budaya, dan matang secara moral. Di tangan generasi seperti itulah masa depan Indonesia dititipkan, ujar Robby.
Menutup sambutannya, Robby menegaskan bahwa cinta kepada Indonesia harus dihidupkan dalam sikap, karya, dan keberanian menjaga kemanusiaan.
Hari ini, dari Salatiga, dari Kampus Indonesia Mini, kita kirimkan pesan ke seluruh Nusantara, bahwa Indonesia tetap satu, karena kita memilih untuk memeluk warna, bukan menolaknya, tutupnya penuh semangat.
Di kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ferdy S Rondonuwu, S.Pd., M.Sc., perwakilan dari Rektor UKSW, menjelaskan sejarah kampus yang didirikan pada tahun 1956 dengan misi awal membentuk kebersamaan antarberbagai suku dan agama.
Karakter UKSW yang beraneka ragam menjadi ciri khas. Bagaimana warga Salatiga bisa berbahasa Ambon, Papua, demikian juga mahasiswa kami yang berasal dari luar Salatiga bisa diterima dengan baik dan berinteraksi dengan masyarakat Salatiga. Ini cerminan kami sesuai dengan tema ‘Bersatu Rasa Memeluk Warna’, jelas Ferdy.
Ia menambahkan bahwa UKSW senantiasa mendorong mahasiswa untuk menjadi penjaga semangat kebersamaan di Salatiga, yang telah menyandang predikat Kota Tertoleransi se-Indonesia.
Hadir pula Kepala Kantor Kemenham Provinsi Jawa Tengah, Fajrimei A Gofar dan Komite Eksekutif Presiden untuk Percepatan Pembangunan Papua, Billy Mambrasar S.T., M.Sc., M.B.A, serta sejumlah perwakilan Forkopimda Kota Salatiga.













