Salatiga Christmas Parade 2025, Simbol Persaudaraan dalam Keberagaman
Suasana penuh sukacita menyelimuti sepanjang jalan protokol Kota Salatiga saat ribuan peserta memeriahkan Salatiga Christmas Parade 2025 yang digelar pada Sabtu (10/1/2026). Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., bersama istri yang juga Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, secara resmi menyambut rombongan parade di Halaman Rumah Dinas Wali Kota.
Kemeriahan acara tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua Badan Kerja Sama Gereja-gereja Salatiga (BKGS), perwakilan Rektor UKSW, serta para tokoh agama Nasrani di Kota Salatiga.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada BKGS selaku penyelenggara, panitia, relawan, aparat keamanan, serta seluruh unsur pemerintah yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Christmas Parade telah menjadi ikon yang mencerminkan jati diri Kota Salatiga di Jawa Tengah.
“Kegiatan seperti ini saya kira baru, atau bahkan mungkin hanya ada di Salatiga. Mari kita apresiasi semua pihak, terutama para peserta yang jumlahnya fantastis, sekitar 3.000 orang. Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Salatiga,” ungkapnya.
Robby juga menegaskan bahwa Christmas Parade merupakan bagian dari rangkaian kegiatan iman yang dikemas secara inklusif dan inovatif. Ia berharap momentum ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan damai, sekaligus menjadi wujud nyata toleransi masyarakat Salatiga, yang tercermin dari kehadiran berbagai lapisan agama dan komunitas yang berkumpul bersama untuk menyaksikan acara tersebut.
Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk senantiasa menjaga keselamatan, ketertiban, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung. Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota Salatiga menyerahkan plakat kepada perwakilan kontingen yang turut memeriahkan pelaksanaan Salatiga Christmas Parade.
Wakil Rektor UKSW, Priyo Hari Adi, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan Natal tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keimanan, tetapi juga sebagai pesan kebahagiaan dan persaudaraan. Ia menyampaikan bahwa Salatiga merupakan simbol sekaligus wujud nyata keberagaman.
“Saya merasa senang melihat para peserta menampilkan kekhasan daerah masing-masing, mulai dari Kalimantan, Jawa, Sumba, Papua, hingga daerah lainnya. Keberagaman ini perlu terus kita jaga dan junjung tinggi,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Memancarkan Kasih, Mewujudkan Harmoni”, Salatiga Christmas Parade 2025 kembali menegaskan posisi Kota Salatiga sebagai kota yang mampu merajut kebhinekaan melalui semangat kasih dan kerukunan antarumat beragama. Kegiatan ini diikuti oleh 28 kontingen dari 96 gereja se-Kota Salatiga, dengan rute parade dimulai dari UKSW menuju Rumah Dinas Wali Kota melalui Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Langensuko, Jalan Moh. Yamin, Jalan Adisucipto, dan berakhir dengan tertib di Kantor Pemkot Salatiga sebagai simbol harmonisasi masyarakat yang terjaga dengan indah.













