Wali Kota Salatiga Monitoring Inovasi Pertanian: Dari Kelestarian Anggrek Hingga Kemandirian Pangan
SALATIGA – Pemerintah Kota Salatiga terus mematangkan langkah diversifikasi pangan dan pengembangan potensi ekonomi hijau. Pada Kamis (12/03/2026) siang, Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., turun langsung meninjau perkembangan pilot project penanaman sorgum, padi kering, serta pembibitan anggrek di sejumlah lokasi strategis.
Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi program “Salatiga Sejuta Anggrek” serta upaya mewujudkan ketahanan pangan yang telah diinisiasi sejak September 2025 lalu.
Sabar Menanti Mekarnya Anggrek Monitoring diawali di Kebun Pertanian Terpadu Noborejo. Di lokasi ini, dr. Robby memantau ribuan bibit anggrek yang kini telah memasuki usia enam bulan. Mengingat karakteristik tanaman anggrek yang memerlukan ketelatenan, Wali Kota menekankan pentingnya variasi teknik budidaya.
“Dalam enam bulan, pertumbuhannya baru mencapai sekitar 10 sentimeter. Memang perlu proses lama dan kesabaran ekstra. Ke depan, budidaya harus dilakukan bertahap, memadukan metode kultur jaringan dan okulasi agar hasilnya bisa lebih cepat dinikmati masyarakat,” ujar dr. Robby.
Sorgum untuk Lahan Tidur Peninjauan kemudian berlanjut ke Balai Budidaya Ikan (BBI) Pulutan untuk melihat hamparan sorgum dan padi kering. Wali Kota menilai sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Salatiga karena karakteristiknya yang tangguh dan minim perawatan.
“Pertumbuhan sorgum di sini cukup baik. Jika hasil panennya maksimal, kita akan instruksikan penanaman di lahan-lahan milik Pemkot yang selama ini masih ‘tidur’. Pengolahannya sangat efisien, cukup sebar biji dan bisa tumbuh subur seperti yang kita lihat sekarang,” jelasnya optimis.
Diversifikasi Ekonomi Melalui Dinas Pangan dan Pertanian, Pemerintah Kota berharap pilot project ini tidak hanya berhenti pada tahap uji coba. Penanaman sorgum dan padi kering diharapkan menjadi solusi alternatif di tengah tantangan ketersediaan beras, sementara budidaya anggrek diproyeksikan menjadi komoditas estetika yang mampu mengangkat kesejahteraan petani lokal.
Dengan pengawasan yang intensif, dr. Robby yakin inovasi pertanian ini akan membuka celah ekonomi baru bagi warga sekaligus memperkokoh posisi Salatiga sebagai kota yang mandiri secara pangan dan berkelanjutan secara lingkungan.













