Wali Kota Salatiga Hadiri Prosesi Adat Pelantikan Pakasa Boyolali di Pendopo Cilik
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, bersama istri Retno Robby Hernawan, menghadiri acara Pelantikan Pengurus Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Cabang Boyolali periode 2025–2030 yang berlangsung di Pendopo Cilik Boyolali, Kamis (09,10,2025).
Upacara pelantikan pengurus baru dipimpin langsung oleh KPH Edy Wirabhumi, selaku Pangarsa Pakasa Punjer. Hadir pula GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) selaku Pengageng Sasana WilapaPangarsa Lembaga Dewan Adat, bersama rombongan jajaran Bebadan Kabinet 2004 Kraton Mataram Surakarta.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Boyolali Agus Irawan, SH, beserta istri yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Boyolali, Wakil Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, turut dilantik sebagai Pengayom dan Ketua Umum Pakasa Cabang Boyolali periode 2025–2030, serta dikukuhkan sebagai Penasihat oleh KPH Edy Wirabhumi dan Gusti Moeng.
Di sela acara pelantikan, Gusti Moeng menyerahkan tombak pusaka peninggalan Sinuhun PB X untuk “Kadipaten” Boyolali kepada Bupati Agus Irawan, agar disimpan kembali di rumah dinas bupati yang dahulu merupakan bekas kantor Kadipaten.
Dalam sambutannya, KPH Edy Wirabhumi menegaskan bahwa pelantikan pengurus baru bukan sekadar penambahan tugas bagi Wakil Bupati Boyolali, namun justru memperkuat sinergi antara pemerintahan daerah dan lembaga adat dalam menjaga ketahanan budaya bangsa.
“Tugas baru ini sejalan dengan jabatan beliau sebagai Wakil Bupati. Melalui Pakasa, kita bersama menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Jawa,” ungkap KPH Edy Wirabhumi.
Sementara itu, Ketua Umum Pakasa Cabang Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk membangkitkan potensi pelestarian budaya Jawa serta mempererat hubungan dengan Kraton Mataram Surakarta.
Kehadiran Wali Kota Salatiga beserta istri dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian dan penguatan budaya Jawa yang menjadi bagian penting dari jati diri bangsa.













