Buka Salatiga Creative Fest 2026, Wali Kota Robby, Jadikan Arena Ngabuburit dan Kebangkitan UMKM
Suasana sore di sepanjang Jalan Langensuko dan Jalan Margosari mendadak meriah pada Kamis (19/02/2026). Ratusan warga antusias memadati kawasan tersebut menyusul dibukanya secara resmi gelaran Salatiga Creative Fest oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG.
Mengusung tema “Ramadan Ceria, UMKM Berdaya”, festival ini diselenggarakan secara khusus untuk memberikan ruang promosi sekaligus kolaborasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama bulan suci Ramadan.
Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam acara pembukaan tersebut, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) Kota Salatiga, Ny. Retno Robby Hernawan, Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan segenap tamu undangan.
Arena Ngabuburit dan Evaluasi UMKM Dalam sambutannya, Wali Kota Salatiga menyoroti bahwa Salatiga Creative Fest tahun ini dikemas jauh lebih meriah dan variatif dibandingkan bazar Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi arena ngabuburit favorit yang mampu meningkatkan pemberdayaan UMKM kita. Di akhir kegiatan nanti, saya minta harus ada evaluasi menyeluruh. Kita harus ukur sejauh mana kemajuannya, bagaimana peningkatan income-nya, hingga kualitas produk yang dijajakan,” tegas Robby.
Libatkan 150 UMKM Selama 29 Hari Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr. Bayu Joko Mulyono, S.Sos., M.Si., dalam laporannya memaparkan skala besar dari festival ini.
“Salatiga Creative Fest kali ini diikuti oleh setidaknya 150 UMKM dengan variasi produk yang sangat beragam, mulai dari makanan, minuman, aksesoris, hingga fashion. Acara ini akan berlangsung sangat panjang, yakni 29 hari, mulai 19 Februari hingga 20 Maret 2026. Harapannya, durasi ini bisa menghasilkan omzet yang luar biasa bagi roda perekonomian Salatiga,” lapor Bayu.
Pembukaan festival ini semakin semarak dengan suguhan seni budaya, di antaranya pertunjukan magis Tari Sufi dan iringan live music dari band lokal. Melengkapi keberkahan di bulan Ramadan, acara ditutup dengan aksi kepedulian sosial berupa penyerahan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan oleh Baznas Kota Salatiga bersinergi dengan Pakasa Kota Salatiga.













