Khidmatnya Haul Simbah Abdul Wahid Wali Kota Salatiga Dorong Tradisi Religi Tingkir Lor Jadi Agenda Tahunan
Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti kawasan Tingkir Lor, Kota Salatiga, dalam rangkaian acara Haul Simbah Abdul Wahid sekaligus Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren se-Tingkir Lor. Momen ini menjadi ajang silaturahmi akbar serta wujud syukur atas kelulusan para santri di wilayah tersebut.
Acara istimewa ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, yang didampingi oleh Pj. Sekretaris Daerah beserta jajaran. Turut hadir sejumlah tokoh ulama besar, di antaranya KH. Muslihuddin Yazid dan KH. Nur Abhlis, Lc.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Muhjayen, disusul dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Ahmad Zaenal. Momen bersejarah juga tercipta melalui penyerahan prasasti dan piagam sejarah masjid, sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian nilai historis perjuangan Islam di wilayah Tingkir.
Apresiasi Wali Kota untuk Pesantren Dalam sambutannya, Wali Kota Salatiga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pengasuh pondok pesantren atas ketulusan dan dedikasi mereka dalam membina generasi muda yang berakhlakul karimah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para pengasuh pondok pesantren atas dedikasinya, dan selamat kepada para santriwati dan santri yang telah menyelesaikan pendidikannya. Ilmu yang diperoleh dari pesantren harus menjadi pegangan kuat agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat, serta menjadi motor penggerak pembangunan di mana pun berada,” tutur Robby.
Lebih lanjut, Robby menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Salatiga dalam menyokong keberlangsungan pendidikan pesantren. Ia menekankan bahwa sebagai ‘Kota Pendidikan’, Salatiga akan terus mendukung pendidikan berbasis karakter dan nilai-nilai agama.
Ke depannya, Robby berharap integrasi antara tradisi budaya dan religi di Tingkir Lor ini dapat dikemas lebih matang agar menjadi agenda tahunan resmi Kota Salatiga. Hal ini diyakini mampu menjadi daya tarik wisata religi bagi masyarakat lokal, regional, hingga mancanegara.
Pesan Merawat Tradisi Islam Acara ini semakin sejuk dengan hadirnya KH Ahmad Wafi Maemoen, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Nurul Anwar Sragen, sebagai penceramah utama. Beliau memimpin doa agar pondok-pondok pesantren di Tingkir Lor dan Salatiga senantiasa dilimpahi keberkahan dan terus melahirkan generasi yang saleh dan salehah.
Dalam tausiyah-nya, KH Ahmad Wafi Maemoen menititikberatkan pentingnya merawat tradisi Islam peninggalan leluhur. “Apa yang diwariskan para pendahulu kita adalah tradisi. Tradisi Islam adalah tradisi yang baik, seperti berkumpulnya kita saat ini untuk saling mengenal keturunan para sesepuh, mempererat silaturahmi, bukan untuk saling membanggakan nasab,” pesannya penuh makna.













