Reuni ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan sebuah kesempatan bagi Wali Kota untuk memperkenalkan “Indonesia mini” kepada rekan-rekan seprofesinya.
Sebuah reuni hangat terjadi di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga pada Jumat (12/9) saat dr. Robby Hernawan, Sp. OG, bersama sang istri, Retno Robby Hernawan, menyambut rombongan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FK UI) angkatan 79-85 dalam sebuah acara gala dinner.
Dalam suasana yang akrab, Robby memaparkan keunikan Salatiga. Sebagai kota tertua kedua di Indonesia setelah Palembang, Salatiga memiliki karakteristik demografi yang unik dengan dominasi penduduk lanjut usia. Namun, yang paling menonjol adalah predikatnya sebagai kota toleran.
“Salatiga sudah delapan kali berturut-turut meraih predikat ini, bahkan tahun lalu menjadi kota paling toleran nomor satu di Indonesia,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa Salatiga adalah tempat di mana berbagai suku dan ras hidup berdampingan, terutama di lingkungan kampus-kampus besar seperti UKSW dan UIN Salatiga.
Selain toleransi, Salatiga juga terkenal sebagai Kota Gastronomi dengan beragam kuliner lezat seperti tumpeng koyor, sate suruh, dan ronde jago yang siap memanjakan lidah para tamu.
Robby juga memperkenalkan identitas visual yang kaya makna dari kota ini. Ia memamerkan baju khas Salatiga yang bermotif maggot, serangga yang penting untuk keberlanjutan pakan ternak. Ada pula topi khas dengan ikon lokal seperti limasan, Gunung Merbabu, dan Batu Prasasti Plumpungan. Tak ketinggalan, keindahan batik bermotif bunga rejasa dan burung kidangan, yang merepresentasikan flora dan fauna khas Salatiga, turut memukau para tamu.
Dr. Aryono, perwakilan ILUNI FK UI, menyampaikan alasan mereka memilih Salatiga. “Jaraknya tidak terlalu jauh dan kota ini sangat nyaman serta toleran,” katanya, mengapresiasi keramahan yang mereka rasakan.
Acara ini ditutup dengan pertukaran kenang-kenangan dan jamuan makan malam yang disajikan dengan hidangan khas lokal. Para tamu juga berkesempatan melihat berbagai produk UMKM yang dipamerkan oleh Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, membawa pulang kenangan manis dari kota yang penuh toleransi ini.













